Teori Komunikasi Agama
Berdasar
buku Encyclopedia of Communication Theory, Teori komunikasi agama menganggap
bahwa makna dan tujuan hidup berasal dari tradisi iman didasarkan pada kitab
(kitab suci), doktrin (ajaran kolektif dan keyakinan), dan pengalaman agama
komunal. Kata Latin untuk komunikasi agama diperoleh dari kata religio, yang
berarti untuk mengikat atau mengikat bersama, dan akar kata untuk
com-munication adalah communicatus, yang berarti ekspresi simbolik dari pikiran
dan perasaan. Dalam arti luas komunikasi religius adalah proses rekonsiliasi
orang-orang yang telah dipisahkan dari alam spiritual mereka satu sama lain
untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Kebanyakan teori komunikasi agama Barat
berkembang dari tradisi Yahudi dan Kristen Dan berkonsentrasi pada tujuan
persuasif untuk mempengaruhi pikiran dan hati penonton untuk percaya pada
Tuhan, tindakan moral yang inspiratif berdasarkan keyakinan, dan menanamkan
kesadaran religius dan identitas di khalayak. Nenek moyang menonjol komunikasi
keagamaan homiletika, psikologi, bahasa, dan teori-teori media.
Nah didalam teori ini membahas tentang Silsilah
Kotbah, Retorik Genre, Silsilah Psikologis, Pemirsa
Psikologi, Indocement Psikologis, Bersaksi
Publik, dan Agama Bahasa Silsilah. Pada intinya Teori komunikasi agama
ini menjelaskan pesan, proses, dan efek yang
digunakan oleh komunikator untuk
mempengaruhi khalayak untuk
mengadopsi keyakinan dan tindakan
sejalan dengan ajaran kitab suci. Jenis teori berasal teori retorika
klasik dan abad pertengahan homiletika, memperluas melalui
penggunaan teknik dan proses
psikologis, keuntungan substansi
dari bahasa agama, dan berkembang menjadi teori
tentang efek penyiaran yang dapat meningkatkan identitas agama
khalayak 'dan kesadaran
sebagai serta mengurangi etos juru bicara agama.
Teori komunikasi agama berdaraskan
dari buku Encyclopedia of Communication Theory, setelah saya analisis, lebih
condong ke budaya barat dan tidak sesuai bila diterapakan di negara kita yang
banyak menganut budaya dari timur tengah. Karena komunikasi agama yang berasal
dari budya barat ini mempunyai kelemahan bila diterapkan di negara kita, yaitu adanya kegagalan
falsafah, paradigma dan pelaksanaan komunikasi Barat yang lebih mengoptimalkan
nilai-nilai pragmatis, materialistis serta penggunaan media secara kapitalis.
Kegagalan tersebut menimbulkan implikasi negatif terutama terhadap komunitas
Muslim di seluruh penjuru dunia akibat perbedaan agama, budaya dan gaya hidup
dari negara-negara (Barat) yang menjadi produsen ilmu tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar