Selasa, 22 Desember 2015

Pesan untuk Pemuda

Wahai ANGKATAN BARU

Siapkanlah dirimu untuk menggantikan angkatan tua, mereka akan pulang tak lama lagi. Janganlah engkau menjadi pemuda kecapi suling, yang bersenandung meratapi tepian yang sudah runtuh, mengenangkan masa silam yang telah pergi jauh. Janganlah engkau membuat kekeliruan lagi seperti pernah dilakukan oleh angkatan yang engkau gantikan.

Teruskan perjalanan ini dengan tenaga dan kakimu sendiri. Dada bumi cukup luas untuk menerima kehadiranmu. Penuhilah segenap udara ini dengan kegiatan dan ketekunan, sungguh dan penuh. Hadapilah tugas mahaberat ini dengan jiwa besar, dengan dayajuang api semangat yang nyalanya kuat dan keras. Pupuklah Ruhul-Jihad, semangat revolusioner, radikal dan progressif dalam jiwamu, dan bertindaklah sebagai laki-laki dengan perhitungan yang nyata dan pertimbangan yang matang.


Perkayalah dirimu dengan meneladan kepada masa silam, di mana ada yang rebah dan ada yang bangun, ada yang jatuh dan terus berdiri lagi. Kamu tidak boleh menjadi “plagiator” dari angkatan lama, dan tidak boleh pula menepuk dada serta meniadakan segala harga dan nilai, jasa dan karya dari angkatan lama. Mereka kaya dengan pengalaman, engkau kaya dengan cita-cita. Padukanlah pengalaman angkatan lama dengan nyala citamu! Sejarah ini telah lama berjalan bergerak dan berkembang.

Kamu hanyalah tenaga penyambung menyelesaikan perjungan yang belum selesai. Meneruskan pekerjaan besar, sundut bersundut, dan keturunan yang satu kepada keturunan yang lain, angkatan kemudian angkatan. Kafilah hidup ini adalah ibarat gelombang di lautan; menghempas yang satu, menyusul yang lain; memecah yang pertama datang yang kedua.

Sedarilah posisi dan fungsimu dalam sejarah, dan lakukanlah tugas suci ini dengan pengertian, keyakinan dan kesabaran! Insafilah kedaulatanmu sebagai Pemuda Angkatan Baru, yang hendak menggantikan manusia tua angkatan lama. Tidaklah sama dan serupa antara kedua angkatan zaman itu, kerana sejarah berjalan sentiasa menurut hukum dinamika dan hukum dialektika.

Senandung Komunikasi



Teori Komunikasi Agama


Berdasar buku Encyclopedia of Communication Theory, Teori komunikasi agama menganggap bahwa makna dan tujuan hidup berasal dari tradisi iman didasarkan pada kitab (kitab suci), doktrin (ajaran kolektif dan keyakinan), dan pengalaman agama komunal. Kata Latin untuk komunikasi agama diperoleh dari kata religio, yang berarti untuk mengikat atau mengikat bersama, dan akar kata untuk com-munication adalah communicatus, yang berarti ekspresi simbolik dari pikiran dan perasaan. Dalam arti luas komunikasi religius adalah proses rekonsiliasi orang-orang yang telah dipisahkan dari alam spiritual mereka satu sama lain untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Kebanyakan teori komunikasi agama Barat berkembang dari tradisi Yahudi dan Kristen Dan berkonsentrasi pada tujuan persuasif untuk mempengaruhi pikiran dan hati penonton untuk percaya pada Tuhan, tindakan moral yang inspiratif berdasarkan keyakinan, dan menanamkan kesadaran religius dan identitas di khalayak. Nenek moyang menonjol komunikasi keagamaan homiletika, psikologi, bahasa, dan teori-teori media.

            Nah didalam teori ini membahas tentang Silsilah Kotbah, Retorik Genre, Silsilah Psikologis, Pemirsa Psikologi, Indocement Psikologis, Bersaksi Publik, dan Agama Bahasa Silsilah. Pada intinya Teori komunikasi agama ini menjelaskan pesan, proses, dan efek yang digunakan oleh komunikator untuk mempengaruhi khalayak untuk mengadopsi keyakinan dan tindakan sejalan dengan ajaran kitab suci. Jenis teori berasal teori retorika klasik dan abad pertengahan homiletika, memperluas melalui penggunaan teknik dan proses psikologis, keuntungan substansi dari bahasa agama, dan berkembang menjadi teori tentang efek penyiaran yang dapat meningkatkan identitas agama khalayak 'dan kesadaran sebagai serta mengurangi etos juru bicara agama.

            Teori komunikasi agama berdaraskan dari buku Encyclopedia of Communication Theory, setelah saya analisis, lebih condong ke budaya barat dan tidak sesuai bila diterapakan di negara kita yang banyak menganut budaya dari timur tengah. Karena komunikasi agama yang berasal dari budya barat ini mempunyai kelemahan bila diterapkan di negara kita, yaitu adanya kegagalan falsafah, paradigma dan pelaksanaan komunikasi Barat yang lebih mengoptimalkan nilai-nilai pragmatis, materialistis serta penggunaan media secara kapitalis. Kegagalan tersebut menimbulkan implikasi negatif terutama terhadap komunitas Muslim di seluruh penjuru dunia akibat perbedaan agama, budaya dan gaya hidup dari negara-negara (Barat) yang menjadi produsen ilmu tersebut.

Senin, 21 Desember 2015

Doa Senandung alquran

Allahummar hamna bil Quran
waj’alhu lana imaamau wa nuurau wa hudaw wa rahmah
Allahumma dzakkirna minhu maa nasiina
wa ’allimna minhumaa jahiilna
warzuqna tilaawatahu
aana al laili wa athrofannahar
waj’alhu lana hujjatan
Yaaa rabbal ‘alamiin


Ya Allah rahmatilah kami dengan al Qur’an. 
Jadikan ia imam kami, cahaya, petunjuk dan rahmat bagi kami. 
Ya Allah ingatkanlah kami apa yang kami lupa dan ajarkan bagi kami apa yang kami jahil. 
Karuniakanlah kepada kami untuk dapat membacanya sepanjang malamnya dan sepanjang siangnya. Jadikanlah ia perisai (pelindung) kami. 
Wahai Tuhan sekalian alam.